Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label international. Show all posts
Showing posts with label international. Show all posts

Ashin Wirathu, Biksu Radikal Dalang Penyiksaan Rohingya

Written By Unknown on Sunday, May 24, 2015 | 6:25 AM


Ashin Wirathu (Foto: The New York Times)
NAYPYIDAW - Ribuan orang Rohingya kabur dari tempat asal mereka di Myanmar. Kaum Rohingya yang mayoritas Muslim memilih mati di negeri orang ketimbang bertahan di negara mayoritas Buddha itu.

Rupanya, seorang biksu Buddha menjadi dalang di balik neraka bagi kaum Rohingya. Biksu bernama Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Kemunculan Ashin Wirathu

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mendengar nama biksu dari Mandalay tersebut. Pria kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu.

Nama Ashin Wirathu mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis antimuslim "969" pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara. Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya.

Ashin Wirathu Jadi Tokoh Masyarakat

Setelah peraturan Pemerintah Myanmar melonggar, Ashin Wirathu makin aktif bersuara di media sosial. Ashin menyebarkan pesan melalui rekaman ceramah yang diunggah di YouTube dan Facebook. Sampai saat ini, dia berhasil menjaring sekira 37 ribu pengikut.

Pada 2012, ketika pertumpahan darah antara Rohingya dan Buddhis terjadi di Provinsi Rakhine, Ashin semakin dikenal dengan pidato penuh amarahnya.

Ceramah dia selalu dimulai dengan kalimat yang berbunyi, "Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah sebagai seorang nasionalis". Saat ditanya, apakah dia adalah "Bin Laden Burma", pria itu tidak menampiknya.

Keinginan Ashin Wirathu

Ashin Wirathu menyebarkan ajaran kebencian dalam setiap ceramahnya. Dia selalu menyasar komunitas Muslim, seringkali dia memojokkan Rohingya. Pria inilah yang memimpin demonstrasi yang mendesak orang-orang Rohingya direlokasi ke negara ketiga.

Ashin juga mengkambinghitamkan kaum Muslim atas bentrokan yang terjadi. Dia terus mengulang alasan tak masuk akal soal tingkat reproduksi Muslim yang tinggi.

Biksu itu mengklaim perempuan Buddhis dipaksa pindah agama. Dia memimpin kampanye yang mendesak Pemerintah Myanmar mengeluarkan peraturan yang melarang perempuan Buddhis menikah dengan pria beragama lain tanpa izin pemerintah.

Lawan Ashin Wirathu

Ashin memimpin sekelompok massa yang berani melakukan kekerasan demi mempertahankan pandangannya. Pengaruh kuat Ashin menyebabkan setiap orang yang berbeda pandangan akan menjadi target pendukungnya.

Masyarakat sesungguhnya takut dengan kekejaman kelompok Ashin. Namun, Ashin tetap mendapat dukungan banyak orang mengenai status kewarganegaraan Rohingya.

Tanggapan Biksu Lainnya

Banyak orang ingat peristiwa pada 2007 di Myanmar. Saat itu, para bisku buddha memimpin perlawanan terhadap kekuasaan mliter di Myanmar. Pesan Ashin saat itu tidak mendapat dukungan banyak orang.

Namun, banyak biksu di Myanmar yang memilih bungkam menghadapi Ashin. Sebagian lainnya, takut diserang Ashin. Sulit untuk memprediksi seberapa kuat pengaruh Ashin di kalangan biksu.

Ashin Wirathu memimpin lebih dari 2.500 biksu di biara Mandalay. Ketika ia menyelenggarakan konferensi mengenai perlindungan perempuan, para biksu memenuhi biaranya.

Beberapa biksu melontarkan kritikan atasnya. Seorang biksu bernama U Ottara mengaku kaget mendengar komentar-komentar yang disampaikan para biksu.

"Saya merasa sangat sedih. Saya bisa bilang, kata-kata yang mereka ucapkan bukanlah kata-kata yang digunakan seorang biksu," kata Ashin kepada BBC, Rabu (20/5/2015). Beberapa biksu khawatir bila kekejaman Ashin ditangkap dunia internasional sebagai representasi ajaran Buddha.

Alasan Pemerintah Myanmar Tidak Menghentikan Ashin Wirathu

Setelah hampir setengah abad dikuasai militer, kini Myanmar dipimpin oleh warga sipil. Namun, bentrokan antar agama memperlambat reformasi negara itu.

Sebagian orang percaya, Ashin diterima pemerintah kareana dia menyuarakan pendapat soal pandangan-pandangan populer, misalnya soal Rohingya. Ashin seolah menjadi corong pemerintah yang tidak bisa menyuarakan keinginannya sendiri karena alasan diplomatik.

Tanggapan Perempuan Myanmar

Kaum perempuan Myanmar adalah satu-satunya kelompok yang konsisten menentang pandangan Ashin Wirathu. "Dia memberi reputasi buruk untuk negara kita. Dia menodai jubah biksu yang dia gunakan," kata Sekretaris Jenderal Liga Perempuan Burma, Tin Tin Nyo.

Dia juga mengatakan, kampanye Ashin Wirathu yang mengusulkan peraturan yang membatasi perempuan menikahi pemeluk agama lain, bukanlah bentuk perlindungan perempuan melainkan bentuk kontrol atas perempuan.

"Perempuan dapat memutuskan sendiri siapa yang ingin dia nikahi. Perempuan dapat memilih sendiri agama yang ingin dianut," kata Tin Tin Nyo.(pam)[Pamela Sarnia (Jurnalis)] [www.visimuslim.com]

Sumber : OkeZone, 20/05/2015

Obama Mengungkapkan Rahasia Dari Hubungan Yang Sangat Penting Dengan Arab Saudi Kepada Putra Mahkota

Written By Unknown on Thursday, May 14, 2015 | 4:38 AM


obama dan raja saudiPresiden AS, Barack Obama mengatakan bahwa hubungannya dengan Arab Saudi “sangat penting, tidak hanya untuk menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah saja, tapi juga untuk melindungi rakyat Amerika”.
Pernyataan Presiden AS ini disampaikan pada awal pertemuannya di Gedung Putih, hari Rabu (13/5), dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayef, dan Wakil Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, menurut laporan yang dirilis Gedung Putih.
Obama mengatakan: “Arab Saudi merupakan bagian yang sangat penting dalam koalisi internasional melawan ISIS.” Ia menambahkan bahwa “Hubungannya dengan Arab Saudi sangat penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas di kawasan di kawasan Timur Tengah saja, tapi juga untuk melindungi rakyat Amerika.”
Di sisi lain, mengenai krisis Yaman, Obama mengatakan bahwa “Krisis di Yaman, gencatan senjata, dan beberapa masalah perbatasan akan menjadi pembahasan penting dalam KTT dengan Dewan Kerjasama Negara-Negara Teluk (GCC) di Camp David (yang akan dimulai pada hari Kamis).”
Sebaliknya, Putra Mahkota Arab Saudi selama pertemuannya dengan Obama mengatakan: “Kerajaan Arab Saudi memberikan apresiasi sangat besar untuk hubungan strategis dan bersejarah antara kedua negara kita, yang akan diperkuat dan diperluas dari waktu ke waktu.” Nayef menambahkan: “Kami berharap bisa bekerjasama dengan AS dalam mengatasi tantangan, serta menciptakan ketenangan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.”
Pada tanggal 17 April lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa “Obama akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dari Dewan Kerjasama Negara-Negara Teluk (GCC) di Gedung Putih, pada tanggal 13 Mei (saat ini), dan di Camp David, pada tanggal 14 di bulan yang sama.”
Raja Salman bin Abdul Aziz, beberapa hari lalu mengumumkan bahwa tidak akan mengunjungi Washington untuk menghadiri konferensi Camp David, karena adanya perbedaan antara Washington dan Riyadh. Sementara itu, Gedung Putih, pada hari Senin yang lalu mengumumkan bahwa pembatalan kunjungan Raja Arab Saudi ke Amerika Serikat tidak berarti bahwa ada perbedaan antara kedua negara (mb-islammemo.cc, 13/5/2015).

Umat Islam di Kanada Lawan Islamophobia

muslim di kanadaHTI Press. Situs islammemo.cc (12/5) melaporkan bahwa Islam merupakan agama pertama yang tersebar di Kanada, bukan Kristen. Namun kaum Muslim di Kanada, khususnya kaum perempuan sering menghadapi pelecehan dan penyerangan yang didorong oleh kebencian terhadap Islam. Sebab kaum Muslim di Kanada termasuk kaum minoritas, dimana jumlah mereka sekitar 2,8 persen dari jumlah penduduk Kanada.
Melihat fenomena pelecehan dan penyerangan terhadap kaum Muslim yang tak kunjung berhenti, bahkan semakin menajdi-jadi, maka Himpunan Mahasiswa Muslim di Universitas Windsor, Kanada mengadakan konferensi untuk membimbing kaum Muslim tentang bagaimana cara bereaksi terhadap aksi-aksi Islamofobia yang mereka hadapi.
Muhammad Nur, Wakil Ketuan Panitia Konferensi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CBC Kanada: “Kami ingin mendidik masyarakat kami tentang bagaimana cara bereaksi terhadap aksi-aksi anti-Islam yang sering dihadapi komunitas Muslim, terutama para perempuan berhijab.”
Nur menambahkan: “Kami ingin mengajarkan kaum Muslim bagaimana cara bereaksi, dan apa yang harus mereka lakukan? Bagaimana kami bisa melindungi diri kami, dan kami tidak membiarkan persepsi anti-Islam mengalahkan kami atau mendominasi kami?”
Konferensi ini diadakan setelah aksi-aksi anti-Muslim terus meningkat, terutama terhadap kaum perempuan karena penampilan Islam mereka, di mana laporan yang dikeluarkan oleh “Pusat kontra-Islamophobia” menunjukkan bahwa lebih dari 123 serangan terhadap Muslim telah tercatat sejak serangan “Charlie Hebdo”, Januari lalu []mbajuri

Inilah Pembantaian Muslim di Eropa yang Terabaikan

Written By Unknown on Friday, May 1, 2015 | 9:12 PM



Barat dan Rusia mendesak Turki mengakui pembantaian etnis Armenia oleh serdadu Kekaisaran Ottoman tahun 1915, tapi tidak sekali pun mengungkati kekejian serupa yang mereka lakukan terhadap Muslim.Justin McCarthy, sejarawan dan penulis buku Death and Exile: The Ethnic Cleansing of Ottoman Muslims, menulis insiden 1915 terjadi ketika etnis Armenia di wilayah Kekaisaran Ottoman — dengan dukungan Rusia — memberontak dan mengobarkan perang.

Kekaisaran Ottoman merespon dengan merelokasi paksa Armenia ke Anatolia timur. Turki tidak membantah jatuh korban di kedua pihak, tapi menolak menyebutnya sebagai genosida.

Turki menyeru pembentukan komisi sejarawan bersama, mempelajari arsip Turki, Armenia, dan Rusia, untuk mengungkap apa yang terjadi antara Kekaisaran Ottoman dan Amernia. Tawaran itu ditanggapi dingin.

Barat, Armenia, dan Rusia, lebih suka menjadikan isu pembantaian Armenia sebagai ‘dagangan politik’, dan menggunakan kata ‘genosida’ untuk memojokan Turki.

Di sisi lain, pembantaian Muslim oleh Rusia dan negara-negara Barat nyaris terabaikan. Barat dan Rusia seolah bertangan bersih, dan menuduh Turki terlalu kotor.

1. Pembantaian Muslim di Yunani

Awal 1800-an, orang-orang Muslim di Thrasia Barat menjadi sasaran kelompok bersenjata Yunani, yang melihat mereka sebagai hambatan terciptanya Yunani Merdeka.
Tahun 1821, orang-orang Turki yang tinggal di desa-desa dan kota dikeluarkan dari rumah-rumah dan dibantai. Sebanyak 25 ribu Muslim Turki Thrasia Barat dibantai selama periode ini.

2. Migrasi Paksa Tatar Nogahi dan Krimea

Menurut McCarthy, Rusia menawarkan dua pilihan kepada Noghai dan Krimea Tatar; menerima rusianisasi di wilayahnya atau dikirim ke wilayah Kekaisaran Ottoman.

Pilihan yang sulit. Yang terjadi adalah Tatar Noghai dan Krimea dikeluarkan dari rumah-rumah mereka dan dimukimkan paksa ke negara-negara Asia Tengah. Mereka yang menolak menemui ajal di ujung bedil Rusia.

Rusia juga melakukan hal serupa di Kaukasus. Muslim Dagestan, Ingusetia, Chechnya, disebar ke hampir semua republik di Uni Soviet. Muslim Sirkasian dan Kaukasia dikapalkan ke Pelabuhan Trabzon di perbatasan Turki-Rusia.

Mereka yang tewas mencapai 30 ribu. Tidak hanya dibunuh, tapi juga akibat gizi buruk.

McCarthy menulis selama perang Muslim versus Armenia di Anatolia, 62 persen Muslim di Propinsi Van, 42 persen di Propinsi Bitlis, dan 31 persen di Propinsi Erzurum, dibantai.

3. Pembantaian Muslim Turki di Bulgaria

Perang Russo-Turki 1887-1878 berubah menjadi malapetaka bagi pemukim Turki di Bulgaria. Rusia dan Bulgaria membantai mereka, atau membiarkan merelaparan dan gizi buruk.

McCarthy, dalam buku itu, juga membahas bagaimana Rusia berusaha keras memusnahkan Turki dari Bulgaria. Tahun 1911, terjadi ketidak-seimbangan demografi.

Orang-orang Muslim menjadi minoritas di Bulgaria dan kawasan Balkan.

4. Pembantaian Muslim Turki di Izmir

Selama menududuki Anatolia Barat, Yunani melakukan pembantaian orang-orang Turki. Puncaknya terjadia pada Mei 1919, ketika desa-desa Muslim Turki dibakar dan dihancurkan.

Pembantaian ini menggenapkan jumlah Muslim Turki yang terbantai selama Perang Kemerdekaan Yunani antara 1912-1922 menjadi 1,2 juta.


Ketika perang berakhir, Yunani memaksa minoritas Mulsim meninggalkan tanah kelahiran mereka dan menetap di Turki.[www.visimuslim.com]

AS Akan Berikan Jet F-35 Baru Kepada Israel Tahun Depan

Written By Unknown on Sunday, April 26, 2015 | 5:29 PM


Amerika Serikat akan memulai pengiriman jet-jet tempur F-35 baru kepada Israel tahun depan, Wakil Presiden Joe Biden mengatakan.

Dia mengatakan Israel akan menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki “pesawat generasi kelima” Amerika.

Biden menambahkan bahwa Amerika Serikat ingin Israel untuk mempertahankan “keunggulan kualitatif” di atas para pesaingnya.

Berdasarkan kontrak bernilai $ 3 milyar antara Tel Aviv dan Washington pada bulan Februari, AS setuju untuk menjual lebih dari 14 pesawat jet F-35 kepada Israel.

Pada tahun 2010, Israel menandatangani kontrak dengan AS untuk membeli sembilan belas F-35 yang diproduksi oleh kontraktor pertahanan AS Lockheed Martin, senilai $ 2.75 milyar.

Pengiriman pertama jet tempur itu akan dimulai pada akhir tahun 2016 dan akan terus dilakukan hingga tahun 2021.

Dalam pidatonya di kedutaan Israel pada hari Kamis, Biden berusaha untuk mengecilkan hubungan buruk antara Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kami seperti keluarga. Kami memiliki banyak kesamaan. Kadang-kadang kami mendorong satu sama lain dan saling membuat gila, tapi kami saling mencintai – Dan kami saling melindungi,” kata Biden.

Pemerintahan Obama marah kepada Netanyahu karena menerima undangan partai Republik untuk berpidato di sidang Kongres pada tanggal 3 Maret tentang program energi nuklir Iran tanpa berkonsultasi dulu dengan Gedung Putih serta lobi Israel tentang kebijakan luar negeri Amerika.

Dukungan bipartisan Amerika untuk Israel masih kuat di Kongres. AS memberikan Israel lebih dari $ 3 miliar dalam bentuk bantuan militer tahunan serta bentuk-bentuk bantuan lain. [www.visimuslim.com]


Sumber : Press TV, 24/4/2015

Rezim Assad Memprovokasi Umat Kristen Untuk Melawan Para Pejuang Revolusi di Idlib

Written By Unknown on Thursday, April 2, 2015 | 8:46 PM


Tidak lama setelah faksi-faksi “Jaisy al-Fath” menguasai kota Idlib, terlihat kemarahan yang keras dari para pendukung Assad, karena kekalahannya dalam mempertahankan kota. Sehingga mereka para loyalis rezim berusaha membangun opini dunia, dan menanamkan fitnah (permusuhan) di tengah-tengah umat Kristen agar bersama-sama melawan para pejuang revolusi guna membebaskan kata. Untuk itu, mereka menuduh bahwa para pejuang revolusi telah menghukum mati umat kristen di Idlib dengan tuduhan menjual minuman keras.

Pada saat fitnah mulai dihembuskan, pesawat-pesawat tempur rezim Assad tengah menembakkan roket-roketnya dengan membabi buta terhadap kota Idlib, tanpa membedakan antara kaum Muslim Sunni dan umat Kristen, dimana target dari pesawat-pesawat tempur Assad ini adalah rumah-rumah penduduk sipil umat Kristen.

Perlu diketahui di sini, bahwa wilayah-wilayah yang penduduknya mayoritas umat Kristen secara geografis sudah diketahui. Sehingga ini menegaskan bahwa target-target itu memang disengaja.

Berdasarkan perkembangan berita di kota Idlib, bahwa hari ini lebih dari 20 orang telah syahid, dan sejumlah lainnya menderita luka-luka, dimana target serangan pasukan rezim Assad adalah wilayah yang berada di balik penjara di pusat kota dengan roket “ardl-ardl”, sehingga setelah serangan tersebut setidaknya 17 orang telah syahid dari satu keluarga, di samping sejumlah serangan yang dilancarkan oleh pasukan tempur hari ini di sejumlah kota yang berbeda telah menyebabkan lebih dari 6 orang syahid.[www.visimuslim.com] 


Sumber : Islammemo.cc, 31/3/2015

AKHIRNYA GURU DI JERMAN BOLEH GUNAKAN KERUDUNG

Written By Unknown on Sunday, March 15, 2015 | 9:25 PM

Pengadilan Tinggi Jerman akhirnya memutuskan larangan menggunakan kerudung (jilbab) bagi guru-guru di sekolah negeri sebagai tidak konstitusional.
ilustrasi
Larangan yang pernah diberlakukan pada tahun 2004 itu dianggap melanggar kebebasan beragama.

Dikutip BBC, gugatan banding ini diajukan oleh dua guru perempuan Islam yang sebelumnya terpaksa menggunakan penutup kepala alternatif.

Namun dalam keputusan HAri Jumat 13 Maret 2015 ini, pengadilan menyatakan sekolah-sekolah kini harus memperlihatkan ‘bukan hanya secara abstrak namun juga risiko yang jelas’ sebagai alasan larangan penggunaan kerudung.
Alasan larangan tersebut adalah kerudung (jilbab) bisa menyebabkan gangguan di ruang kelas dan menimbulkan pertanyaan tentang netralitas guru.

Namun lambang-lambang Kristen tidak termasuk dalam larangan yang diterapkan tahun 2004.

Keputusan pengadilan juga menyebutkan bahwa pengecualian atas ‘tradisi dan nilai budaya Kristen dan Barat’ dari larangan adalah diskriminatif.

Dalam pernyataannya, Pengadilan Konstitusi Federal menyebutkan larangan atas ekspersi beragama yang didasarkan pada ‘penampilan pendidik’ tidak sejalan dengan kebebasan beragama.

Walau gugatan banding diajukan di negara bagian North Rhine-Westphalia namun keputusan pengadilan tinggi ini mengikat negara-negara bagian lain yang memberlakukan larangan serupa.[www.visimuslim.com]

ASTAGHFIRULLAH, PEMBUAT KARTUN NABI MUHAMMAD DAPAT PENGHARGAAN DI SWEDIA

Seorang kartunis Swedia yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai anjing tampil di muka publik untuk pertama kalinya, setelah insiden penyerangan di Kopenhagen bulan lalu. Lars Vilks menghadiri pemberian penghargaan untuknya, di Denmark, karena dianggap memiliki keberanian yang mewakili kelompok kebebasan pers.
Lars Vilks
Seperti dilansir BBC News Sabtu (14/3), Vilks menerima penghargaan tersebut dalam sebuah acara dengan pengamanan ketat. Ini merupakan penampilan pertamanya sejak bulan lalu, seorang pria bersenjata menyerang kafe tempat Vilks menghadiri acara debat mengenai kebebasan berpendapat di Kopenhagen.
Vilks selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok kiri Swedia. Ia menerima penghargaan Sappho dari sayap kanan Denmark Masyarakat Kebebasan Pers.

"Saya seorang seniman dan karya seni saya mungkin sulit dimengerti. Banyak yang mencoba memahami maksud anjing (dalam gambar saya) itu. Saya sendiri tak memahaminya," ujar Vilks.

Ia menyadari banyak yang percaya gambar tersebut merupakan bentuk penghujatan. Tapi ia menegaskanitu hanya sebuah karya seni. "Saya menunjukkan karya saya pada dunia dan dunia harus menafsirkannya," kata Vilks.

Kartun Vilks diterbitkan pada 2007, setahun setelah serangkaian penggamaran Nabi Muhamad di koran Jyllands Posten Denmark memicu protes umat Islam di seluruh dunia. Selama ini penggambaran Nabi merupakan bentuk penghindaan bagi umat Islam.[www.visimuslim.com]

LAPORAN TERBARU: WARGA SIPIL TEWAS DI SURIAH SEKITAR 211.000 ORANG

Written By Unknown on Saturday, March 14, 2015 | 9:52 PM

ilustrasi Pengungsi Suriah
Menurut Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pasukan rezim Assad diduga membunuh 176.678 warga sipil, termasuk 18.242 anak-anak dan 18.457 perempuan pada saat perang memasuki tahun kelima. “Persentase perempuan dan anak-anak yang tewas dari keseluruhan korban telah mencapai 19 persen,” kata laporan itu seperti dikutip Worldbulletin
Laporan juga mengatakan bahwa 11.427 orang disiksa sampai mati. Hal ini diduga bahwa tentara rezim Assad membunuh 27.496 pasukan oposisi bersenjata dan menggunakan 5.150 bom barel yang menewaskan 12.194 orang.

ISIS juga diduga menewaskan 3.967 orang sejak didirikan pada tahun 2013, termasuk 1.054 warga sipil, 2.913 pasukan lawan. Sedangkan Jabhah Al-Nusra menewaskan 331 orang, termasuk 258 warga sipil dan 73 tentara lawan, kata laporan tersebut.

Laporan itu juga mengatakan bahwa 493 orang tewas di daerah-daerah yang dikuasai oleh kelompok bersenjata Kurdi Suriah, dan 787 orang tewas dalam serangan beberapa kelompok oposisi Suriah.

Juga, 103 warga sipil telah tewas sejak 23 September 2014, ketika koalisi pesawat tempur internasional pimpinan AS mulai melakukan serangan terhadap sasaran ISIS.[fq/islampos/visimuslim.com]

Upaya Barat Menghalangi Pendirian Kembali Khilafah

Written By Unknown on Tuesday, March 3, 2015 | 6:20 PM


(Refleksi 91 Tahun Keruntuhan Khilafah)
khilafah Berbicara keruntuhan Khilafah maka ada umat akan mengingat dua hal: Mustafa Kamal at-Taturk dan Inggris. Dua hal ini saling terkait karena keduanyalah yang menjadi kunci keruntuhan negara adidaya pada saat itu. Mustafa Kamal adalah agen yang menusukkan belati beracun ke tubuh Khilafah, sedangkan Inggris adalah pihak yang menyediakan belati dan racunnya, serta mengatur momen penikaman tersebut. Akibat tikaman itu darah umat masih menetes dan racunnya masih mengalir ke jaringan pembuluh darahnya.
Penyebab Kemerosotan
Bila hanya sepintas membaca sejarah tentang keruntuhan Khilafah Islamiyah, orang akan berpikir bahwa sistem Kekhilafahan sama saja dengan berbagai kerajaan, kekaisaran atau juga imperium komunisme Uni Soviet yang juga mengalami keruntuhan. Orang bisa mengatakan bahwa sistem Khilafah Islamiyah sama rapuhnya dengan sistem lain.
Namun, bila kita mencermati penyebab keruntuhan Khilafah akan terlihat perbedaan jelas. Sistem politik dan pemerintahan selain Islam hancur karena ketidakmampuannya mengantisipasi beragam persoalan yang berkembang, ditambah lagi terjadinya korupsi kekuasaan yang akut.
Berbeda dengan keruntuhan negara-negara adidaya lain, keruntuhan Khilafah tidak disebabkan oleh persoalan syariah Islam dan ajaran Khilafah itu sendiri. Syariah Islam tetap relevan dan mampu mengantisipasi berbagai persoalan yang berkembang. Ada dua hal yang menyebabkan kemerosotan Kekhilafahan hingga kemudian tenggelam.
Pertama: persoalan internal umat yang sekurangnya merujuk pada dua hal pokok: adanya kelemahan yang kronis di tengah umat dalam memahami Islam adanya serta pemisahan antara studi Islam dan aplikasinya dalam kehidupan. Lalu keteledoran Khilafah dalam melaksanakan syariah Islam, termasuk dalam menyebarkan Islam ke berbagai negara baik dengan dakwah maupun jihad.
Kedua: faktor eksternal, yakni datangnya serangan militer bertubi-tubi dari pasukan Salib maupun Kekaisaran Mongol. Barat, yang mengalami kegagalan dalam operasi militer terhadap Daulah Islamiyah, kemudian mengubah taktiknya menjadi perang pemikiran (ghazwah al-fikri) dan kebudayaan (ghazwah ats-tsaqafi).
Taktik non-militer inilah yang kemudian efektif mempercepat kemerosotan umat Islam dan kehancuran Khilafah Islamiyah. Ini karena momentumnya bertepatan dengan kian merosotnya pemikiran dan pemahaman umat terhadap agamanya sendiri. Misalnya, dengan gegabah Daulah Khilafah mengizinkan berdirinya dua jenis peradilan; peradilan syariah dan peradilan sipil (mahkamah an-nizhamiyyah).
Infeksi akibat racun pemikiran Barat terhadap tubuh umat makin menjadi-jadi. Sekolah-sekolah Nasrani berdiri atas izin wali (gubernur) setempat. Paham feminisme mulai meruyak. Sentimen berbau primordialisme dan sektarian memperparah kondisi Daulah. Barat, dalam hal ini Inggris, memunculkan konflik bangsa Arab dengan bangsa Turki. Di mana-mana muncul sentimen anti-Turki, sedangkan di jantung daulah berkembang sentimen anti-Arab.
Lewat isu ini pula Inggris berhasil menggunting wilayah kekuasaan Khilafah hingga terlepaslah sejumlah wilayah seperti di kawasan Hijaz. Kemudian Inggris mensponsori pemberontakan terhadap berbagai wilayah Daulah Khilafah, termasuk memperalat kaum Wahabi yang bekerjasama dengan Kerajaan Saudi untuk menggerus kekuasaan Khilafah Islamiyyah.
Terakhir, Inggris menikamkan belati racunnya ke pusat Khilafah Utsmaniyah lewat makar yang dipimpin oleh Mustafa Kamal. Lemahnya kekuatan Khalifah, buruknya pemahaman umat terhadap Islam, menjadi penyebab leluasanya Inggris dan Mustafa Kamal menghancurkan Khilafah Islamiyah.
Makar-Makar Politik
Allah SWT berfirman:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (QS al-Baqarah [2]: 120).
Firman Allah SWT adalah haq. Itulah realitas yang terjadi. Barat, sebagai garda terdepan dalam upaya menghadang laju kebangkitan umat, tidak mencukupkan diri dengan sekadar meruntuhkan Kekhilafahan. Mereka juga bekerja keras untuk mencegah kembalinya kekuatan ini.
Sebagian orang ada yang berkomentar bahwa awareness semacam ini adalah bagian dari sikap paranoid umat Islam terhadap Barat. Mereka menyatakan bahwa ada sebagian Muslim yang mengidap ketakutan tak beralasan terhadap Barat sehingga menempatkan mereka sebagai musuh. Orang-orang ini, kata mereka, membabi buta membenci Barat dan selalu mengarang teori konspirasi seolah-olah Barat selalu ada di belakang setiap kejadian yang merugikan umat Islam baik dalam persoalan politik, ekonomi, keagamaan bahkan sosial kemasyarakatan. Orang-orang yang berkomentar seperti ini sebagian dari mereka juga Muslim.
Namun, realitas sejarah menunjukkan bahwa Barat berada dalam banyak manuver politik yang merugikan umat. Negara-negara Barat seperti Inggris, Rusia, Prancis dan Italia telah memainkan peran politik begitu kuat dalam mereduksi kemunculan Islam ideologis. Penjajahan militer plus kekejaman yang mereka lakukan pasca Perang Dunia I di negeri-negeri kaum Muslim seperti Aljazair, Sudan, Libya, adalah bukti bahwa pedang terhunus telah diacungkan ke mata umat sejak lama. Hanya orang pengidap ‘katarak politik’ kronis yang tak melihat realitas politik ini.
Hari ini, ketakutan Barat terhadap kebangkitan Islam ideologis tak jua surut, malah semakin menjadi. Manuver politik untuk menjegal kebangkitan Islam pun semakin gencar. Hanya aktor utamanya saja yang berganti. Bila pada masa kemerosotan Khilafah Islamiyah ada Inggris yang menjadi pelaku utama, kini Amerika Serikat mengambil alih posisi sentral tersebut. Namun, bersama dengan negara-negara Barat lain seperti Inggris, Australia, Prancis dan Jerman, negara Paman Sam melakukan berbagai kejahatan politik untuk menjegal tegaknya kembali kekuatan Khilafah Islamiyah.
Ada sejumlah strategi politik yang dirancang Barat untuk menghentikan laju dakwah penegakkan Khilafah Islamiyah:
  1. Menjajah negeri-negeri kaum M
Jelang keruntuhan Khilafah, negara-negara Barat berulang menyusun strategi untuk membagi-bagi wilayah Khilafah Islamiyah sebagai daerah jajahan mereka. Beberapa perjanjian penting itu antara lain Perjanjian Konstantinopel (18 Maret 1915), Perjanjian London (26 April 1915) dan Perjanjian Sykes-Pycot (16 Maret 1916).
Meski kini penjajahan secara fisik telah lama ditinggalkan, akan tetapi pengaruhnya masih terus berlangsung. Beberapa negeri Muslim masih berada dalam kontrol politik bahkan militer Barat, seperti Aljazair berada dalam kendali Prancis, negara-negara pecahan Soviet dikendalikan Rusia, dsb. Pengawasan ini bukan saja sekadar berupa pengendalian, tetapi juga intervensi politik dan militer. Prancis, misalnya, langsung turun tangan begitu partai Islam FIS memenangkan Pemilu secara mutlak di Aljazair pada tahun 1988, karena diketahui FIS mengusung misi menegakkan Khilafah Islamiyah.
  1. Mengokohkan paham nasionalisme.
Pasca pembubaran Khilafah Islamiyah oleh Inggris, negeri-negeri Muslim terpecah-belah menjadi kepingan yang kecil-kecil. Amat penting bagi Barat untuk melanggengkan kondisi ini. Caranya adalah dengan terus menerus menanamkan paham nasionalisme-chauvinisme. Pandangan sempit ini membanggakan kebangsaan mereka dan melupakan akar akidah plus akar sejarah bahwa umat Islam adalah umat yang satu, terikat dalam ikatan ideologis ukhuwah Islamiyah. Dengan begitu semangat untuk menegakkan Khilafah akan terhambat dengan teritori dan paham sempit nasionalisme.
  1. Mengindoktrinasi para penguasa Muslim untuk menganut paham sekularisme dan sistem pemerintahan demokrasi atau monarki.
Barat amat berkepentingan untuk mengindoktrinasi para penguasa negeri-negeri Muslim agar memisahkan agama dari kehidupan. Barat berupaya keras agar agama (Islam) di negeri-negeri Muslim—walau  sebagai agama resmi negara—tidak  menjadi asas dan bangunan politik serta pemerintahan. Islam dibiarkan hidup tetapi sebatas dalam urusan ibadah serta himbauan moral yang diulang-ulang dan menjemukkan. Dengan situasi seperti ini maka Barat berharap agar seruan Islam ideologis apalagi penegakkan Khilafah akan menghadapi barrier politik yang kuat dari masyarakat.
Selain itu, sangat penting bagi Barat memastikan para penguasa Muslim memberlakukan sistem demokrasi atau monarki. Dalam hal ini Barat bermain standar ganda. Di kawasan Timur Tengah yang kuat dinasti politiknya Barat membiarkan praktik politik dan pemerintahan monarki seperti di Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dsb. Barat tidak menggubris saat sistem politik di sana tidak demokratis, represif dan melanggar HAM selama para rezimnya menunjukkan loyalitas kepada mereka.
Namun di wilayah lain Barat mendorong terbentuknya pemerintahan demokrasi seperti di Turki, Malaysia, Indonesia, dsb. Hal ini dilakukan agar umat Islam lupa akan sejarah Kekhilafahan selain juga agar senantiasa timbul konflik politik di dalam tubuh umat, seperti yang terjadi di Malaysia dan Indonesia.
  1. Membuat klasifikasi kelompok Islam menjadi tradisional, moderat dan radikal; kemudian membuat mereka saling bertikai.
Barat melakukan klasifikasi terhadap spirit keislaman di tengah umat, lalu mengkampanyekannya. Barat menggolongkan kaum Muslim yang lekat dengan suasana pesantren—atau istilahnya sarungan—sebagai kelompok Islam tradisional. Mereka memiliki karakter apolitis dan bertahan dengan gaya hidup tradisional. Kemudian menyebut kelompok Muslim yang beradaptasi dengan gaya hidup modern tetapi tetap menampakkan nuansa keislaman—sekalipun mereka secular—sebagai  kelompok moderat. Mereka terbuka terhadap demokrasi, pluralisme, HAM, dan relatif bersikap kooperatif dengan Barat. Di sisi lain Barat menggolongkan kalangan Muslim yang tetap istiqamah dengan syariah Islam, menjauhkan diri dari pemahaman Barat seperti sekularisme, demokrasi, HAM, dsb, sebagai kelompok radikal. Mereka juga memiliki cita-cita untuk menegakkan Kekhilafahan atau Negara Islam.
Barat lalu berpihak kepada kalangan tradisionalis dan moderat, mempromosikan mereka, mendukung segala sikap keislaman mereka, karena sikap mereka sama sekali tidak membahayakan Barat, justru memberikan keuntungan bagi mereka. Barat juga mengkampanyekan kepada dua kelompok ini agar menempatkan kaum radikal sebagai musuh, dengan mengatakan bahwa cita-cita melaksanakan syariah Islam, apalagi penegakkan Khilafah Islamiyah, melanggar spirit keislaman dan kebangsaan
  1. Menciptakan berbagai ketergantungan kepada Barat, baik dalam bidang politik, ekonomi juga militer.
Dengan wajah manis Barat menyodorkan aneka bantuan dan pinjaman kepada negeri-negeri Muslim. Namun, semua ekonom di dunia paham, bahwa bantuan dan pinjaman itu bukanlah ‘makan siang gratis’. Barat memiliki agenda kepentingan baik  mereka tampakkan secara terbuka maupun tersembunyi. Dalam kasus jatuhnya Presiden Mursi di Mesir, AS berada di belakang militer Mesir. AS memberikan bantuan kepada mereka asal menjamin kekuasaan di Mesir tidak berada di tangan kelompok Islam
  1. Menciptakan monsterisasi khilafah.
Dulu melalui para orientalis, Barat melakukan manipulasi sejarah dan menciptakan gambaran buruk tentang Kekhilafahan. Para khalifah digambarkan sebagai orang licik, gemar mengumpulkan gundik, dsb. Pasukan Islam juga digambarkan buruk perangai dan barbar.
Sekarang monsterisasi itu mendapatkan momentum baru melalui Negara Islam versi ISIS. Berbagai video eksekusi tawanan perang oleh pasukan ISIS menjadi alat propaganda Barat kepada dunia, termasuk kaum Muslim. Bahkan Kekhilafahan itu memang benar seperti yang digambarkan para orientalis; kejam dan barbar. Keadaan ini menjadi salah satu opini buruk bagi dakwah penegakkan syariah Islam dan Khilafah.
Khatimah
Berbagai strategi dan upaya makar terus menerus akan dilancarkan Barat dan para pengikutnya. Sebagian dari umat juga telah tergadai dan menggadaikan keislaman mereka untuk tunduk kepada Barat. Mereka bahkan berada di barisan terdepan menghadang laju dakwah penegakkan syariah dan Khilafah.
Namun demikian, Allah jualah satu-satunya Zat Yang akan melibas makar-makar keji mereka. Selama kaum Muslim istiqamah dalam din mereka, teguh dalam mendakwahkan Islam, maka Allah akan memberikan kemenangan demi kemenangan hingga Khilafah tegak seperti yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya.
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tip daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya walau orang-orang kafir membencinya (QS ash-Shaff [61]: 8).
[Iwan Januar/Lajnah Siyasiyah DPP HTI]
 
Support : Daulah Khilafah | Visi Muslim | Hizbut-tahrir
Copyright © 2014. visi muslim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ade Supriatna
Proudly powered by Blogger