Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Analisis. Show all posts
Showing posts with label Analisis. Show all posts

Tanpa Khilafah, Rezim Brutal China Leluasa Mengaborsi Rahim Mulia Muslimah Uyghur

Written By Unknown on Monday, January 13, 2014 | 8:01 PM


 

Oleh: Fika Komara (Member of Central Media Office Hizb ut Tahrir)
Pada tanggal 30 Desember 2013 yang lalu Radio Free Asia memberitakan bahwa otoritas China di Xinjiang telah mengaborsi bayi dari empat orang Muslimah Uyghur karena mereka melanggar kebijakan satu anak yang diterapkan di China sejak tahun 1970-an. Tragisnya salah satu dari empat perempuan itu bahkan telah mengandung 9 bulan. Mereka diberi suntikan mematikan yang merangsang proses aborsi dari rahim-rahim mereka.
Memettursun Kawul, suami dari korban yang mengandung 9 bulan bercerita dengan getir “meskipun istri saya disuntik oleh dokter, namun bayi saya menangis ketika ia dilahirkan.” Ketika ia mendengar tangisan bayinya ia langsung meraih bayi itu dan membawanya ke rumah sakit terdekat dalam upaya untuk menyelamatkannya. “Para dokter di rumah sakit itu mencoba untuk menyelamatkannya tetapi mereka gagal. Akibat obat aborsi yang sudah telanjur disuntikkan, anakku meninggal satu jam setelah ia lahir.” Metkurban Nuri, suami dari korban lain yang mengandung empat bulan, mengatakan ia dan istrinya telah bersembunyi di kota Hotan selama seminggu tetapi pejabat keluarga berencana lokal menangkap mereka pada hari Sabtu, kemudian mereka ditahan di kantor polisi Arish selama 24 jam dan ia dipaksa untuk menyetujui agar istrinya menjalani aborsi di Rumah Sakit Nurluq.
Sungguh ini adalah tindakan biadab dan barbar yang dilakukan oleh rezim kriminal China yang amoral! Rezim yang dibutakan oleh kebencian terhadap Islam dan keserakahan terhadap pertumbuhan ekonomi ini telah mengaborsi putra-putri Islam dari rahim-rahim mulia Muslimah Uyghur. Atas nama kebijakan satu anak yang kontroversial China telah mengukir sejarah 336 juta aborsi dan 196 juta sterilisasi sejak tahun 1971, dan terus menuai hujatan dan kontroversi tanpa henti baik di dalam negerinya maupun dunia internasional. Puncaknya pada bulan November, sidang Pleno Partai Komunis mengumumkan reformasi kebijakan untuk melonggarkan kebijakan satu anak yang sudah diterapkan puluhan tahun. Akhirnya kini berdasarkan aturan baru, secara resmi disetujui oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional pada tanggal 28 Desember, pasangan yang keduanya merupakan anak tunggal dapat memiliki dua anak. Para pembuat kebijakan telah memperkirakan pelonggaran itu akan menguntungkan sekitar 15 sampai 20 juta pasangan di kota-kota besar China dan akan mengakibatkan 1 – 2 juta kelahiran tambahan per tahun dalam beberapa tahun pertama, di atas 16 juta bayi yang lahir setiap tahun di China .
Namun rupanya pelonggaran kebijakan ini tidak berlaku bagi entitas Muslim Uyghur di Xinjing, Turkistan Timur. Sepuluh juta Muslim Uighur di Xinjiang yang jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan milyaran penduduk China beretnis Han lainnya, pada realitanya sangat dibatasi pertumbuhannya oleh pemerintah China. Banyak pengamat mengatakan seharusnya Muslim Uyghur tidak dikenai kebijakan satu anak karena jumlah mereka tidak mengancam petumbuhan ekonomi di China. Namun realitasnya setiap pasangan Uighur yang tinggal di perkotaan hanya dibolehkan untuk mempunyai anak maksimal dua orang, sedangkan jika mereka tinggal di pedesaan dibolehkan mempunyai anak maksimal tiga orang. Jika jumlah anak mereka telah mencapai jumlah maksimal, mereka dipaksa untuk melakukan aborsi atau sterilisasi atau tindakan-tindakan lain yang dapat memberhentikan kehamilan dari pasangan tersebut. Tidaklah mengherankan jika selama ini, pertumbuhan jumlah penduduk etnis Muslim Uighur tergolong rendah.
Kejahatan ganda yang dilakukan rezim criminal China terhadap Muslim Uyghur di Turkistan Timur adalah pertama menerapkan kebijakan kontrol populasi yang brutal dan kedua adalah kejahatan keji memerangi Islam dan umatnya di Xinjiang.
Kejahatan Kebijakan Satu Anak
Akibat dibutakan oleh keserakahan pertumbuhan ekonomi, China telah merendahkan nilai anak-anaknya sendiri selaku generasi penerus dan memandang mereka sebagai beban dan penghambat mesin pertumbuhan ekonomi mereka. Jutaan bayi khususnya bayi perempuan diaborsi di berbagai kota dan desa di China. Ratusan juta perempuan telah ditindas selama hampir setengah abad oleh kebijakan kejam ini. Ironisnya kebijakan ini dilakukan hanya semata demi alasan ekonomi, yakni mencegah ledakan penduduk demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Sesungguhnya alasan yang sama -yakni pertumbuhan ekonomi- juga menjadi pemicu dilonggarkannya kebijakan satu anak yang baru saja diresmikan Desember lalu. Rezim serakah China baru menyadari harga mahal yang harus mereka bayar bahwa akibat ditekannya jumlah populasi selama puluhan tahun mereka kekurangan tenaga kerja usia produktif untuk memicu mesin raksasa pertumbuhan ekonomi mereka, dengan tingkat pertumbuhan tahunan yang bertahan rata-rata PDB dari 10,5 persen antara 2001 dan 2010 dan 9,7 persen antara tahun 1979 dan 2009 membuat China  muncul sebagai ekonomi terbesar kedua, manufaktur terbesar dan negara perdagangan terbesar di dunia. Namun prestasi gemilang itu ternyata membawa jejak kabut berat dan asap, dan polusi air dan tanah, yang melahirkan penyakit pernapasan massal dan menciptakan desa-desa penuh penyakit kanker, hingga merampas hak lebih dari 300 juta orang dari air minum yang aman. Jadi memang mahal sekali harga yang harus mereka bayar untuk sebuah pertumbuhan ekonomi, China bukan hanya kehilangan generasi muda usia produktif melainkan juga generasi yang sehat.
China telah dibutakan oleh ideologi Kapitalis yang memandang semua masalah dari perspektif ekonomi dan mengabaikan dampak sosial dari kebijakan-kebijakannya terhadap generasi dan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Kapitalisme membawa keyakinan yang salah bahwa sumber daya yang ada tidak cukup untuk menyediakan kebutuhan dasar dari semua orang, ini karena Kapitalisme adalah ideology yang secara konsisten menempatkan keuntungan materi di atas rakyat, keuangan di atas kemanusiaan, dan pertumbuhan ekonomi di atas jutaan nyawa generasi penerus.
Kebencian Terhadap Islam
Bukan rahasia lagi bahwa pemerintah China menganggap bahwa keberadaan Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang sebagai pihak yang mengganggu kestabilan dan keamanan. Menurut surat kabar Xinjiang Daily, Oktober lalu, pertempuran melawan ekstrimisme tidak dapat dihindari karena ekstrimis keagamaan ini adalah bentuk halangan bagi stabilitas keamanan. China terus menyebarkan retorika melawan Muslim Uyghur yang mereka sebut teroris dan ekstrimis.
Sungguh tindakan-tindakan permusuhan terhadap kaum Muslim di Turkistan Timur yang diduduki oleh Cina mencerminkan sejauh mana kebencian rezim komunis terhadap Islam, juga merupakan ketakutan dari negara Cina akan pengaruh Islam yang besar pada masyarakat Cina. Ini menunjukkan sisa-sisa doktrin komunis yang represif dan memiliki warisan sejarah penganiayaan agama minoritas masih tetap berakar kuat dalam negara. Meski ideology komunisme di dunia telah runtuh, Muslimah Uighur khususnya merasakan tekanan dalam kehidupan mereka dari segala penjuru. Bukan hanya hak mereka untuk mengenakan busana Muslimah yang dirampas secara sistematis dan keji, namun juga hak mereka untuk berkeluarga dan memiliki keturunan! Partai komunis yang berkuasa telah berupaya secara berkala untuk membasmi hijab dan busana Muslimah sejak mengambil kekuasaan di tahun 1949, pertama kali meluncurkan upaya-upaya atheisme dan kemudian melarang jilbab sama sekali di tahun 1960-an dan 70-an.
Muslimah Uyghur bukan hanya harus berhadapan dengan kebijakan represif yang mengancam identitas mereka dengan larangan hijab, namun juga harus dihadapkan dengan kebijakan brutal yang merusak rahim-rahim mulia mereka dengan program aborsi dan sterilisasi massal yang amoral! Program brutal yang lahir dari penguasa kriminal China yang membenci Islam dan ketakutan akan lahirnya generasi Mujtahid dan Mujahid Islam yang mampu mengembalikan kejayaan Islam di Turkistan Timur dan seluruh penjuru dunia Islam. Karena dari rahim-rahim mulia kaum Muslimah di Uyghur dan Muslimah di seluruh dunia akan lahir generasi pemimpin umat yang akan membawa umat ini dari kegelapan menuju cahaya.
Inilah salah satu realitas penderitaan kaum Muslimah yang menyayat hati, di timur dunia Islam. Mereka adalah korban tak berdaya dari predator-predator penguasa Kufar yang dibiarkan eksis oleh sistem dunia yang diskriminatif terhadap Umat Islam. Selama sistem dunia masih memuja demokrasi dan sekulerisme, maka penderitaan kaum Muslimah di Xinjiang, Turkistan Timur niscaya tidak akan pernah berakhir, karena pangkal masalah dari semua penderitaan ini tidak lain adalah tidak hadirnya Khilafah yang merupakan perisai bagi umat Islam, yang akan menghilangkan hegemoni kufar atas kaum Muslimin dan melindungi kehormatan kaum Muslimah dan anak-anak di seluruh dunia Islam.
Khilafah: Perisai Bagi Muslimah Uyghur
Telah diriwayatkan dari Abi Hurairoh,dari Nabi SAW, beliau pernah bersabda:
‏إِنَّمَا الْإِمَامُ ‏‏جُنَّةٌ ‏ ‏يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
“Sesungguhnya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya. (HR Muslim).”
Muslimah Uyghur sangat membutuhkan perisai sejati yang akan melindungi kehormatan dan keluarga mereka. Dan Khilafah ialah sebuah negara dengan konsep luhur tentang kehormatan perempuan dan generasi yang berkualitas, dimana kehormatan satu orang Muslimah menyamai nilai pembebasan kota Ammuriah seperti yang terukir dari sejarah Khalifah al Mu’tashim. Masya Allah! Khalifah al – Mu’tashim menyambut seruan seorang muslimah di kota Ammuriah yang dilecehkan tentara Romawi, dengan puluhan ribu tentara yang terbentang mulai dari gerbang ibukota di Baghdad hingga ujungnya mencapai kota Ammuriah.
Khilafah menolak pandangan kapitalis materialistik yang membatasi jumlah anggota keluarga untuk kepentingan ekonomi, sekaligus menolak penindasan atas perempuan dengan menekan naluri alamiah mereka untuk memiliki banyak anak. Hal itu karena Islam memiliki cara pandang yang khas dalam menyelesaikan persoalan manusia, yang tidak melulu melihat masalah dari perspektif ekonomi namun justru dari perspektif kemanusiaan. Islam justru menganjurkan untuk memiliki banyak anak tanpa takut miskin karena melalui banyak nash-nash al Quran Islam mengajarkan kepada kita akan keyakinan bahwa Rezeki itu berasal dari Allah, ini adalah sudut pandang yang unik yang didasarkan pada Aqidah Islam, yang percaya bahwa seluruh sumber daya dunia yang cukup untuk kehidupan manusia disediakan oleh Allah Swt yang Maha Memelihara dan Maha Memberi Rezeki. Nilai mulia ini membentuk mentalis penuh tanggung jawab dalam memandang generasi penerus, dan bukan memandang mereka sebagai beban/ penghambat ekonomi. Sebagaimana sabda Rasululullaah Saw yang mulia,
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً
“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” (QS Luqman [31]: 20).
Wahai saudari-saudariku Muslimah Uighur, bersabarlah dengan tekanan dan penindasan rezim brutal China yang zhalim, karena Fajar Khilafah telah demikian dekat dan kita adalah umat yang satu, nabi kita satu, bendera kita satu dan perjuangan kita pun satu. Hanya negara Khilafah saja yang akan memungkinkan Anda untuk hidup dengan semua Perintah Allah (swt), dan memiliki kehidupan keluarga yang harmonis sejahtera sekaligus memiliki banyak anak-anak di saat yang sama juga sangat kredibel dan telah teruji oleh waktu dalam mencetak generasi pemimpin yang mampu menaklukan dunia.
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahkuKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku; dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, mereka itulah orang-orang yang fasik“. (TQS An Nuur [24] :55) []

Skandal Korupsi Politik dan Finansial yang Mengguncang Pemerintah Turki

Written By Unknown on Saturday, January 4, 2014 | 7:57 PM

بسم الله الرحمن الرحيم
Jawab Soal
Skandal Korupsi Politik dan Finansial yang Mengguncang Pemerintah Turki

Pertanyaan:
Erdogan pada 25/12/2013 mengumumkan pembentukan kabinet baru. Ia mengganti sepuluh orang menteri. Hal itu setelah tiga orang menteri mengundurkan diri. Di antaranya adalah menteri lingkungan yang diminta Erdogan agar mengundurkan diri. Hal itu akibat skandal kerusakan politik dan finansial yang mengguncang pemerintah Turki sejak sepuluh hari terakhir. Sebelumnya pada 20/12/2013, sebanyak 24 orang dari 49 orang yang dekat dengan pemerintah dan partainya Erdogan telah ditangkap dan diajukan ke tahap penyelidikan pada 17/12/2013 atas tuduhan melakukan korupsi … Setelah itu, perdana menteri melancarkan serangan keras kepada orang-orang yang menyebabkan terbongkarnya mereka dan menyebabkan mereka ditangkap. Ia menjauhkan puluhan orang manajer keamanan yang diasosiasikan kepada kelompok Fathullah Golan. Erdogan menumpahkan kemarahannya terhadap kelompok ini … Demikian juga ia mengajukan kritik kepada duta besar Amerika di Turki. Pertanyaannya, apa yang sabenarnya terjadi sehingga membalikkan hubungan kerjasama dan dukungan antara Erdogan dan kelompok Fathullah Golan menjadi hubungan perseteruan? Mohon dapat dirinci sedapat mungkin, sebab masalahnya menjadi rancu bagi kami setelah tindakan-tindakan Erdogan terhadap kelompok itu. Kemudian apa konotasi pernyataan Erdogan terhadap dubes AS, padahal hubungan Erdogan dengan Amerika adalah hubungan yang sangat hangat sampai pada tingkat ia digambarkan sebagai orangnya Amerika di Turki?

Jawab:
Jawaban pertanyaan tersebut akan menjadi jelas dengan memaparkan pendahuluan dan hasil-hasil yang terjadi.
1. Pengumuman tentang penyelidikan dan penangkapan ini berpengaruh terhadap pemerintah, partai pemerintah, dan Perdana Menteri Erdogan. Sebab, penyelidikan dan penangkapan itu diarahkan kepada person-person yang diasosiasikan kepada pemerintah dan partai berkuasanya. Diantara mereka adalah empat orang anak menteri di pemerintahan, walikota al-Fatih Istanbul dan direktur Bank Rakyat … Diantara mereka juga para pengusaha yang dekat dengan partai berkuasa. Pengumuman itu datang menjelang pemilu daerah tiga bulan lagi pada 30 Maret 2014. Erdogan berharap pemilu itu akan bisa menguatkan popularitasnya untuk mencalonkan diri menjadi presiden yang pemilihannya akan berlangsung beberapa bulan kemudian pada 26 Agustus 2014, di mana pemilihan Presiden itu dilakukan secara langsung oleh rakyat; berbeda dengan yang selama ini terjadi dimana Presiden dipilih oleh Parlemen. Karena itu reaksi Erdogan sangat marah. Ia melakukan langkah-langkah perubahan di direktorat keamanan dan para pengikut kelompok Fathullah Golan. Ia mengancam tokoh-tokoh kelompok tersebut di pengadilan seperti yang dilansir di koran Milliyet 18/12/2013. Erdogan mengatakan, “Akan tetapi bagi orang-orang yang bekerja di wilayah pengadilan wajib menghormati hak-hak dan undang-undang. Mereka tidak boleh bergerak dengan arahan dari pihak tertentu … Tidak layak bagi siapa pun yang bekerja di wilayah pengadilan melakukan tekanan dan memberikan perintah dan instruksi-instruksi terhadap eksekutif dalam perkara yang tidak biasa dilakukan pengadilan. Jika Anda melakukan mengarahkan pengadilan untuk mengadakan suatu jenis tekanan terhadap masyarakat, maka kami akan melakukan kewajiban yang wajib kami lakukan, dan telah kami lakukan.“ Ia mengisyaratkan dengan ucapannya, “telah kami lakukan,“ ia mengisyaratkan kepada pencopotan sejumlah manajer keamanan… Supaya Erdogan bisa meraih simpati dengan sikapnya terhadap kelompok Golan itu, ia membuat pernyataan yang memberi pengertian bahwa ada konspirasi luar negeri. Ia mengatakan, “Kejadian-kejadian di hari-hari terakhir ini memiliki hubungan dengan pihak internasional. Hal itu merupakan ungkapan dari aktivitas yang dilakukan oleh para pelaksana di dalam negeri yang tunduk kepada luar.“ Hal itu seperti yang ada di surat kabar yang sama… Kemudian pada waktu belakangan dalam persinggahannya di Samson selama perjalanannya untuk menggalang opini umum di pihaknya pada 20/12/2013 ia menyatakan, “Dubes masuk dalam wilayah beberapa aktifitas konspiratif. Lalu Erdogan menyampaikan seruan kepada dubes agar melakukan tugasnya, dan jika Anda keluar wahai dubes, dari wilayah tugas Anda, maka pemerintah kami akan bertindak sampai kewenangan terjauh yang dimiliki…“ (Miliyet, 21/12/2013). Dengan pernyataan itu ia menunjuk kepada dubes AS. Pernyataannya itu merupakan komenter terhadap berita yang dilansir oleh beberapa surat kabar Turki “Star, Shafq al-Jadid, dan al-Masa‘“ tentang pertemuan dubes AS di Ankara Ricciardone dengan beberapa perwakilan Uni Eropa pada 17/12/2013 … Berita tersebut mengandung isyarat-isyarat yang menunjukkan intervensi dubes AS dalam kejadian-kejadian yang ada… Begitulah, Erdogan berada di puncak kemarahan dalam pernyataan-pernyataannya terhadap kelompok Golan. Dia juga berada di puncak peringatan terhadap dubes AS.
2. Adapun kelompok Golan, sudah diketahui bersama bahwa kelompok ini mendukung Erdogan dan partainya sejak ia menerima tampuk pemerintahan pada tahun 2002… Pemerintah telah mengijinkan kelompok ini masuk ke banyak lembaga disamping memegang sejumlah besar pusat-pusat bimbingan belajar yang menghimpun harta dari para mahasiswa untuk kelompok tersebut. Pada saat yang sama, kelompok itu menyiapkan banyak orang dari mahasiswa untuk bekerja bersama kelompok tersebut… Semua itu terjadi secara terbuka dan tidak sembunyi-sembunyi. Erdogan juga tidak mengkhawatirkan bahaya dari kelompok tersebut. Apalagi realita kelompok tersebut lebih mirip dengan gambaran seorang syaikh bersama murid-muridnya, yakni bukan organisasi politik yang memiliki program dan menyesaki pemerintahan untuk menerapkan programnya itu… Karena itu, Erdogan tidak memberi perhatian besar kepada mereka. Lebih khusus lagi, kelompok tersebut adalah bagian dari tangan-tangan Amerika sebagaimana Erdogan, meski berbeda cara dan peran… Keduanya telah berkontribusi dalam mengontrol lembaga-lembaga dan menghancurkan infrastruktur nasional yang loyal kepada Inggris. Semua itu atas kemampuan Amerika menginfiltrasi masuk ke lembaga-lembaga melalui kelompok tersebut. Demikian juga Amerika bisa menembus militer dan lingkungan politik melalui Erdogan dan partainya… Begitulah, partainya Erdogan dan kelompok Golan itu merupakan dua tangan Amerika di Turki. Hubungan keduanya adalah hubungan kerjasama, teman dan sama-sama loyal kepada satu rujukan… Terlebih lagi Amerika, pada awal pemerintahan Erdogan, menginginkan satu kelompok kuat dan bersatu terdiri dari orang-orangnya di Turki, sebab kekuatan Inggris pada waktu itu masih memiliki kekuatan berpengaruh di dalam pengadilan dan militer yang diperhitungkan Amerika … Semua ini membuat Amerika menaruh perhatian agar hubungan antara Erdogan dan partainya dengan kelompok Fathullah Golan, menjadi hubungan yang harmonis tanpa ketegangan. Kondisi itu terus berlangsung sampai awal 2010 … dimana terjadi insiden-insiden pada tahun itu yang menyemai benih-benih perbedaan di antara Erdogan dengan Fathullah Golan. Yang pertama adalah surat Fathullah Golan mengenai insiden kapal Mavi Marmara yang diserang oleh entitas Yahudi pada pagi hari tanggal 31 Mei 2010. Di dalam suratnya Golan mengatakan, “Berlayarnya kapal tersebut dan masuk ke perairan Israel merupakan kesalahan fatal. Dan penting untuk mendapat izin dari Tel Aviv.“ Golan menyalahkan posisi kapal. Ia berpihak pada tindakan entitas Yahudi dan haknya untuk membunuh beberapa penumpang kapal tersebut. Sementara pada saat yang sama, Erdogan memihak misi kapal dan penumpangnya. Maka Erdogan menganggap surat Fathullah Golan diarahkan kepada dirinya secara personal. Meski demikian, keduanya melupakan insiden itu dan hubungan keduanya kembali baik. Fathullah mendukung referendum yang diserukan oleh Erdogan pada tanggal 12 September 2010 atas amandemen konstitusi… Fathullah Golan memiliki pengaruh dalam menguatkan sayap “ya“ dalam referendum itu. Golan dari markasnya di Ankara menyeru rakyat Turki, beberapa minggu sebelum tanggal referendum, untuk menyetujui amandemen konstitusional. Ia menjelaskan, “Amandemen ini meski terbatas namun penting untuk setelahnya dan referendum ini merupakan titik pergerakan ke arah kebebasan yang lebih dan praktek demokrasi.“ Erdogan meraih kemenangan dalam referendum itu dimana persetujuan terhadap amandemen mencapai 58% dan dibuatlah perayaan massal di depan kantor pusat partai berkuasa…
Akibat dari persetujuan itu terjadi perubahan signifikan pada berbagai institusi yang menyebabkan terisinya jabatan kosong setelah dikosongkan dari orang-orang nasionalis dengan masuknya orang-orang kelompok itu. Demikian juga terjadi perubahan pada struktur dewan tinggi pengadilan dan jaksa penuntut umum, serta kabatan-jabatan baru yang dibuat. Semuanya untuk keuntungan kelompok tersebut yang membuat kelompok itu memiliki pengaruh kuat di institusi-institusi berpengaruh. Akhirnya kelompok tersebut mengontrol sejumlah pengadilan penting dan pengadilan khusus di bawah Dewan Tertinggi Hakim dan Jaksa Penuntut Umum.
3. Kemudian terjadi krisis diantara keduanya setelah awal tahun 2011, di mana Erdogan memperhatikan bahwa penetrasi kelompok itu di dinas keamanan dan peradilan menciptakan tekanan padanya dan ada upaya untuk mendominasi … dan bukan lagi seperti sebelumnya, berupa dukungan kepadanya. Sejak waktu itu, mulailah terjadi sejumlah catatan aksi reaksi diantara Erdogan dan kelompok Golan, di antaranya:
  1. Sejak awal tahun 2011, Erdogan mulai bekerja melemahkan pengaruh kelompok ini. Erdogan menggugurkan orang-orang yang diasosiasikan kepada kelompok ini dari daftar calon anggota parlemen pada pemilu 2011. Kemudian Erdogan mencopot beberapa orang yang berafiliasi kepada kelompok ini dari pusat-pusat keamanan dan beberapa pengadilan…
  2. Akibat hal itu, media massa kelompok ini melancarkan serangan kapada Erdogan … Tidak cukup dengan itu, mereka menyebarkan rekaman pada Juli 2011 tentang pembicaraan antara kepala dinas intelijen nasional, Hakan Fidan, dengan pemimpin-pemimpin Partai Buruh Kurdistan dan Partainya Ochalan di Oslo antara tahun 2009 dan 2010 dalam rangka menyelesaikan isu Kurdi. Pembicaraan-pembicaraan yang dilakukan pada waktu itu bersifat rahasia untuk menyiapkan suasana sebelum diumumkan… Maka tuduhan pun diarahkan kepada kelompok ini, bahwa kelompok ini memiliki hubungan dengan penyebaran rekaman itu. Kepala Jaksa Penuntut Umum yang pro kepada kelompok ini pada 7 Februari 2012 meminta dilakukan investigasi terhadap Fidan, kepala intelijen …
  3. Erdogan menganggap masalah ini masalah vital baginya, sebab akan bisa menyentuh perdana menteri dan mengungkap rahasia-rahasia berkaitan dengan komunikasi negara melalui intelijennya dengan Partai Buruh Kurdistan. Maka Erdogan melindungi kepala intelijen dari tuntutan hukum apapun. Hal itu dia lakukan dengan meminta dikeluarkan undang-undang khusus dari parlemen untuk itu: bahwa “Tidak boleh dilakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang bekerja di kawat intelijen dan orang-orang yang dibebani tugas khusus oleh perdana menteri kecuali dengan izin dari perdana menteri.“ Dampak dari insiden penyebaran rekaman itu, Erdogan juga melikuidasi direktorat-direktorat intelijen di Ankara, Istanbul dan Azmir seperti halnya Erdogan melakukan hal itu di jalur pendidikan dan pengadilan terhadap orang-orang yang diasosiasikan kepada kelompok Golan …
  4. Kemudian datanglah langkah yang berpengaruh kuat terhadap kelompok tersebut, yaitu rencana Erdogan untuk menghapus pusat-pusat bimbingan belajar dan mengubahnya menjadi sekolah-sekolah swasta yang mengajarkan kurikulum negara atau mengubahnya menjadi sekolah-sekolah SMU. Kelompok tersebut membawahi hampir seribu pusat bimbingan belajar. Lembaga bimbingan belajar itu memungut biaya tinggi dari para orang tua siswa yang mereka kunjungi untuk memperkuat tingkat pembelajaran mereka yang rendah di sekolah negeri sehingga mereka bisa masuk ke perguruan tinggi. Kelompok Golan memiliki dua tujuan utama di balik pusat-pusat bimbingan belajar itu: mendapatkan harta dan merekrut pelajar ke perguruan tinggi. Maka pemerintah Erdogan ingin melakukan perubahan dalam sistem pendidikan dan mengubah pusat-pusat bimbingan belajar menjadi sekolah-sekolah swasta yang mengikuti kurikulum negara dan berada di bawah pengawasan negara. Pemerintah Erdogan juga ingin mengubah sistem masuk ke perguruan tinggi dengan menghapus tahun persiapan untuk masuk ke perguruan tinggi setelah menyelesaikan SMU. Akibat dari sistem lama itu, banyak orang tua terpaksa mengirimkan anak-anak mereka ke pusat-pusat bimbingan belajar supaya bisa masuk ke perguruan tinggi dan untuk mendapatkan nilai tinggi yang memungkinkan mereka masuk ke jurusan yang mereka inginkan. Jika pusat-pusat bimbingan belajar itu dihapus atau ditutup maka kelompok Golan akan rugi dalam dua segi, mendapatkan harta dan merekrut individu. Karena itu, kelompok itu menjadi “gila“ ketika Erdogan mengumumkan rencananya menghapus pusat-pusat bimbingan belajar dan mengubahnya menjadi sekolah-sekolah swasta yang mengikuti kurikulum negara… Seolah-olah kelompok tersebut mulai berpikir untuk bereaksi terhadap Erdogan dan partainya untuk mempengaruhi kemenangannya di pemilu lokal yang akan diadakan tiga bulan lagi pada tanggal 30 Maret 2014.
  5. Setelah itu, tibalah skandal korupsi dan penagkapan-penangkapan yang mencakup anggota-anggota pemerintahan Erdogan, partainya dan orang-orang yang dekat dengannya… Tudingan pun diarahkan oleh kelompok Fathullah Golan. Reaksi kelompok Golan mengarahkan telunjuk tudingan kepada mereka. Kelompok tersebut memperlihatkan rasa senang luar biasa atas penangkapan-penangkapan dan berbagai penyelidikan itu. Media massa kelompok itu menyebarkannya dan mengharapkan kegagalan untuk Erdogan… Akan tetapi langkah-langkah cepat Erdogan dengan perubahan-perubahan yang dia lakukan di direktorat keamanan dalam bentuk pencopotan dan pemindahan … di mana Erdogan mencopot sejumlah direktur keamanan yang loyal kepada kelompok tersebut… Perubahan-perubahan ini membalikkan kegembiraan kelompok itu menjadi kesedihan dan ratapan. Maka kelompok itu berusaha menghalangi atau mengacaukan perubahan-perubahan ini dan menunjukkan bahwa itu ilegal dan tidak transparan. Media-media massa yang mendukung kelompok tersebut menyebarkan berita bahwa keputusan perubahan para direktur keamanan sejak Juli 2013 hingga hari ini ditolak dan tidak disetujui oleh presiden. Maka kantor kepresidenan pada tanggal 20 Desember 2013 segera menyiarkan penjelasan yang keluar dari presiden Abdullah Gull yang tidak membenarkan berita kelompok Golan itu… Begitulah, upaya kelompok tersebut dalam menampakkan bahwa ada perbedaan dan perselisihan antara Abdullah Gull dan Erdogan gagal! Setelah itu, pecahlah kemarahan kelompok tersebut terhadap Erdogan karena merasa bahwa perubahan-perubahan ini langsung menusuk jantungnya. Maka ketua kelompok itu, Fathullah Golan, dari markasnya di Pensylvania menyiarkan pidato kemarahan dalam bentuk audio yang disebarkan oleh media massa kelompoknya pada 21 Desember 2013. Pidatonya memuat doa di antaranya, “Ya Allah tenggelamkan orang yang membiarkan pencuri dan justru menangkapi orang-orang yang menangkap pencuri, tenggelamkan orang-orang yang memalingkan pandangan dari para penjahat dan mendistorsi potret orang-orang yang menangkapi penjahat, bakarlah rumah-rumah mereka, hancurkan tempat tinggal mereka, cerai-beraikan perkumpulan mereka dan potonglah langkah mereka, dan jadikan bencana menyebar di antara mereka dan tolonglah kami untuk mengalahkan mereka…“ Tampak bahwa pukulan yang diarahkan kepada kelompok tersebut menyakitkan jika bukan malah fatal atau mematikan.
4. Begitulah, perkara-perkara berbalik sejak 2010 antara Erdogan dan Fathullah Golan. Intensitasnya meningkat pesat pada tiga tahun terakhir hingga hari ini… Tampak bahwa apa yang diajukan oleh kelompok tersebut dan ketuanya yang bermukim di Pensylvania dalam bentuk pelayanan-pelayanan kepada Amerika, merupakan bentuk kelancangan terhadap agama Allah dan permusuhan terhadap sistem khilafah. Kemudian itu merupakan dukungan kepada kepentingan-kepentingan Amerika hingga hembusan nafas terakhir menurut kelompok itu… Semua itu menjadikan Golan menduga bahwa dengan pengabdiannya yang menyaingi Erdogan bahkan melebihi, ia menduga akan mendapatkan keridhaan Amerika, lalu Amerika mengambilnya sebagai pengganti untuk Erdogan dan mendukungnya dalam menghadapi Erdogan … Maka akhirnya kelompok tersebut dan ketuanya melakukan tekanan-tekanan terhadap Erdogan seperti yang telah kami sebutkan … Adapun pengabdian kelompok tersebut kepada Amerika yang karenanya kelompok itu menduga bahwa Amerika akan mendukungnya sebagai pengganti Erdogan dan Amerika akan meninggalkan Erdogan, maka di antara pengabdian itu adalah:
  1. Seruan Fathullah Golan yang begitu cepat kepada apa yang disebut Islam moderat, atau lebih tepat campuran antara ide-ide sekuler dan demokrasi. Dia membela dengan kuat ide-ide ini dan mengarahkan orang ke arahnya dan menggunakan media-media massa kelompok tersebut dalam hal itu.
  2. Aktivitas kelompok tersebut yang terus bergerak dalam topik dialog antar agama, khususnya dengan Yahudi dan Nashrani dan penyamaan mereka dengan kaum muslimin dengan menganggap semuanya sebagai orang beriman. Juga seruannya untuk dibangun tempat ibadah bagi Yahudi dan Nashrani berdampingan dengan masjid.
  3. Serangannya kepada semua kelompok yang menyerukan tegaknya al-Khilafah dan Daulah Islamiyah. Dia menuduh kelompok-kelompok tersebut sebagai ekstremis dan teroris. Dia menyiarkan seruan-seruannya melalui media-media massa yang dimiliki kelompok tersebut dan disebarkan oleh pihak-pihak keamanan dan pengadilan.
  4. Pemimpinnya menjadikan Amerika Serikat sebagai tempat mukim sejak 1999. Dia juga memperluas pertemuan dengan para pejabat Amerika dan intelijen Amerika… Kemudian ia menyampaikan ceramah-ceramah di Amerika yang mengandung sikap, ide dan pandangan-pandangan yang menguntungkan kepentingan Amerika. Sebelumnya ia tidak pernah mengingkari invasi Amerika ke Irak dan Afganistan. Pada saat sekarang berbagai madia massa kelompok tersebut menyerang gerakan-gerakan Islam yang melakukan revolusi di Suria dan menganggapnya sebagai teroris. Media-media massa kelompok itu bekerja mendistorsi potret gerakan yang melakukan revolusi di Suria serta mendukung sikap Amerika melawan revolusi Suria.
  5. Sikap-sikapnya mendukung entitas Yahudi. Ia mengingkari pengiriman kapal Mavi Marmara untuk membantu penduduk Gaza pada akhir April 2010. Ia memberi hak kepada Yahudi untuk menyerang kapal tersebut. Dia juga tidak berbela sungkawa pada korban warga Turki dan tidak menganggap mereka sebagai syuhada‘. Sebelumnya, ia mengingkari serangan Shadam terhadap entitas Yahudi pada tahun 1991 dan ia menunjukkan kesedihannya untuk korban tewas dari orang Yahudi akibat serangan itu … Situsnya menyebarkan gambarnya, yakni gambar Fathullah Golan. Ia bertemu dengan Rabi Yahudi bersama entitas Yahudi Yahoo Doron tahun 1998.
Pengabdian Fathullah Golan kepada kepentingan Amerika yang sudah disebutkan itu hanyalah puncak dari gunung es … Kelompok itu dengan semua pengabdiannya menduga akan mendapat tempat di Amerika yang dikedepankan terhadap Erdogan. Dan yang rajih adalah bahwa dugaannya itu akan menjerumuskan dia. Amerika melihat Erdogan sebagai pemimpin partai politik yang lebih mampu merealisasi kepentingan-kepentingan Amerika daripada kelompok Golan dengan murid-muridnya…! Karena itu, Amerika tidak bisa merealisasi apa yang sudah dicapai di dalam Turki dan mengokohkan pengaruhnya di sana kecuali melalui partai politik yang dipimpin oleh Erdogan. Karena itu, Amerika mendukung Erdogan untuk merealisasi rencana-rencana politik Amerika melalui Erdogan khususnya implementasi rencana Amerika berkaitan dengan masalah Kurdi dan rencana-rencana Amerika lainnya di dalam dan luar negeri termasuk masalah Suria… Hingga jikalau bertambah tekanan terhadap Erdogan lalu ia mengundurkan diri misalnya, maka yang lebih rajih Amerika akan mencari orang kuat lainnya dari Partai Keadilan dan bukan memilih Fathullah Golan. Hal itu karena realitas kelompok Fathullah Golan adalah gerakan non politik yang terus bernaung di bawah parta-partai politik berdasarkan ungkapan “dia bersama pihak yang menang“. Dahulu ia berjalan bersama Partai Ibu Pertiwi Torghot Ozal pada delapan puluhan abad lalu. Setelah itu ia mendukung Partai Refah, kemudian Partai Demokrat Sosialis pimpinan Ajawed tahun 1998 setelah jatuhnya Partai Refah pimpinan Erbakan. Dan setelah didirikan Partai Keadilan dan Pembangunan, ia pun masuk di bawah naungannya. Karena itu, kelompok tersebut dipandang sebagai kelompok oportunis mendukung partai-partai berkuasa untuk merealisasi kepentingan-kepentingan kelompok itu sendiri. Atas dasar itu, maka yang mungkin bahwa kelompok tersebut akan berusaha berdamai dengan Erdogan, sebab ia akan merugi jika tidak melakukan hal itu… Upaya berdamai itu telah tampak pada tindakan-tindakan kelompok dan para pengikutnya. Golan telah menurunkan tingkat serangannya kepada Erdogan. Setelah ia sebulan lalu menggambarkan Erdogan sebagai Fir’aun dan Namrudz, Golan dalam rekaman audio yang dilansirnya menyeru para pengikutnya, “Jika Fir’aun dan Namrudz menentang kamu maka kamu di atas kebenaran…“. Kemudian dia sangat menurunkan tensi serangan ketika Golan belakangan mengusulkan agar pusat-pusat bimbingan belajar itu tetap dipertahankan dan ditempatkan di bawah pengarahan negara, dalam langkah konsesifnya. Akan tetapi Erdogan tetap berkeras pada keputusannya… Hingga orangnya Fathullah di peradilan dan dinas keamanan tidak lagi banyak menghadang Erdogan. Sejumlah orang dari mereka telah ditangkap dan mereka yang masih bertugas dipermasalahkan dalam keputusan-keputusannya. Beberapa pengadilan setuju dengan keputusan Erdogan untuk tidak langsung menerima kasus dari manajer keamanan tanpa persetujuan pimpinan mereka. Dan sejumlah pengadilan lainnya terus berusaha menghindar dari keputusan tersebut seperti diungkap di stasiun televisi NTV berita-berita khusus pada tanggal 27/12/2013, “bahwa Mahkamah Tinggi Turki menghapus keputusan pemerintah yang mengharuskan para perwira polisi menyampaikan penyelidikan-penyelidikan kepada pimpinan mereka“. Meski demikian, Sky News telah mengutip pada tanggal 26/12/2013 bahwa Jaksa Agung Muammar Akash yang memimpin penyelidikan pada tuduhan-tuduhan korupsi beberapa menteri di kabinet Turki mengatakan bahwa “ia menghadapi banyak tekanan“ pada kasus ini. Ia mengisyaratkan bahwa ia “dihambat melakukan penyelidikan“…
Erdogan masih terus mengancam dan memperingatkan para pendukung kelompok Golan di dinas keamanan dan pengadilan. Ia mengatakan selama kunjungannya ke pengadilan Fatisha propinsi Urdu: “saya sampaikan seruan saya kepada pengadilan! Anda mengatakan kepada eksekutif: bersihkan kotoran di antara kalian. Akan tetapi Anda tidak bersih benar. Kami punya apa yang kami ketahui.“ (Hirriyet, 21/12/2013). Begitulah, posisi Erdogan adalah lebih kuat dari posisi Fathullah Golan, minimal pada waktu yang bisa diperkirakan, khususnya bahwa pengaruh Erdogan di militer akhirnya menjadi berpengaruh. Media-media massa Turki menyebutkan bahwa angkatan bersenjata Turki mengeluarkan keterangan yang di dalamnya dinyatakan “angkatan bersenjata Turki menjauhkan diri dari pandangan dan organisasi politik apapun dan murni mengabdi kepada umat Turki.“ Hal itu seperti yang dilansir di UBA dan di situs Al-Hayah pada 27/12/2013.
5. Adapun sinyal Erdogan dalam pernyataannya kepada dubes AS seperti yang dilansir oleh surat kabar Milliyet pada 21/12/2013, maka masalahnya adalahnya sebagai berikut:
a. Selama penangkapan-penangkapan pada kasus korupsi yang disebutkan sebelumnya … tiga surat kabar -Star, Shafaq al-Jadid dan al-Masa‘- menyebutkan berita tentang pertemuan dubes AS di Ankara, Ricciardone, dengan beberapa wakil dari Uni Eropa pada 17/12/2013… Berita itu mengandung isyarat adanya intervensi dubes AS dalam kejadian-kejadian yang ada. Surat-surat kabar itu mendakwa bahwa menteri luar negeri Davud Oglu akan menghubungi menlu AS John Kerry dan menampakkan ketidaknyamanannya dan kementerian luar negeri terhadap tindakan-tindakan dubes …
Dubes Ricciardone sendiri menyatakan klaim-klaim surat kabar yang menyebarkan berita itu tidak benar dan dia menafikan adanya hubungan apapun antara Amerika dengan aksi-aksi penangkapan terkait korupsi itu. Hal itu ia ungkapkan melalui akunnya di tweeter. Ia mengatakan: “Amerika tidak memiliki hubungan apapun dengan aksi penangkapan terkait dengan korupsi baik suap dan cara ilegal. Berita itu hanya kebohongan yang dibuat-buat. Siapapun tidak bisa menjerumuskan hubungan Turki Amerika ke dalam bahaya dengan klaim-klaim yang tidak ada asal usulnya. Pertemanan dan kerjasama antara kedua negara mendatangkan arti penting yang vital untuk kedua negara“ (Milliyet, 21/12/2013). Meski demikian, Erdogan memanfaatkan masalah ini. Seolah-olah ia sudah siap dengan berita-berita surat kabar itu. Hal itu mendorong sebagian analis mengatakan bahwa tidak mustahil berita itu disiapkan untuk Erdogan agar ia manfaatkan dalam mengatakan bahwa kejadian-kejadian yang ada memiliki ekstensi internasional. Hal itu untuk mendapatkan simpati masyarakat dengan menganggap bahwa di sana ada konspirasi luar negeri! Atas dasar itu, Erdogan telah menyatakan dalam kunjungannya untuk menghimpun opini umum di pihaknya… Dalam persinggahannya di Samson tanggal 20/12/2013 ia mengatakan: “Dubes masuk dalam wilayah sebagian aktifitas konspiratif. Ia mengarahkan seruah kepada dubes: agar melakukan tugasnya. Dan jika Anda keluar (wahai dubes) dari wilayah tugas Anda maka pemerintah kami akan pergi sejauh kewenangan yang dimiliki“ (Miliyet, 21/12/2013)… Akan tetapi yang terjadi adalah bahwa Davud Oglu tidak menghubungi John Kerry. Pernyataan Erdogan juga tidak berlanjut. Akan tetapi, wakil ketua umum Partai Keadilan dan Pembangunan Husain Tashlik menyampaikan pernyataan berikut: “Keterangan Dubes Amerika Serikat Frank Ricciardone melalui tweeter yang tidak membenarkan berita-berita terkait pernyataannya dan yang dilansir oleh beberapa surat kabar, kami jadikan pegangan“ (Hurriyet, 21/12/2013).
b. Tradisi protes negara-negara terhadap intervensi negara lain adalah kementerian luar negeri mengirimkan nota protes resmi ke negara lain itu, atau meminta penarikan dubes … Demikian juga biasanya ketika seorang dubes tidak membenarkan berita tentangnya dari negara dimana ia bertugas adalah dengan mengirimkan surat kepada kementerian luar negeri negara yang berita tentangnya tidak dia benarkan … Meski begitu, namun yang terjadi adalah bahwa perdana menteri mengeluarkan pernyataan verbal … dan dubes Amerika bereaksi melalui tweeter! Hal itu menunjukkan bahwa pernyataan Erdogan “yang keras“ terhadap dubes Amerika adalah sekedar keributan saja. Dan pada hari di mana surat kabar Milliyet melansir pernyataan Erdogan yakni pada tanggal 21/12/2013, surat kabar yang sama menyebarkan berita yang di antara isinya: “yang menarik dan selama berlanjutnya aksi penangkapan korupsi yang memiliki ekstensi internasional, penasehat Amerika seorang pejabat intelijen terkait terorisme dan finansial di bawah kementerian keuangan Amerika, David Cohen, yang dikenal kedekatannya dengan Israel telah tiba di Istanbul dan melakukan pertemuan dengan para direksi bank-bank di Turki… dan membahas masalah-masalah finansial dan sanksi-sanksi terhadap Iran… Penasehat pejabat Amerika itu tidak melakukan pertemuan dengan pejabat berwenang di pemerintahan“! Hal itu menunjukkan bahwa lafazh-lafazh Erdogan adalah letusan kosong yang tidak memiliki makna akan tetapi nyaring bunyinya. Pejabat Amerika masuk ke negeri dan melakukan pembahasan dengan orang-orang yang diinginkan tanpa bertemu dengan seorang pejabat Turki!!
c. Sudah dikenal luas Erdogan memiliki ikatan dengan Amerika dan mengimplementasikan rencana-rencana Amerika di dalam dan luar Turki. Rencana-rencana ini, khususnya rencana dalam negeri menuntut penuntasannya, dan jika ia pergi mungkin akan berhenti… Dan Amerika menilai Erdogan termasuk orang kuatnya yang mengokohkan pengaruhnya di Turki sejak ia memegang tampuk pemerintahan. Sebelum itu pengaruh Inggris dominan di Turki melalui militer selama dekade-dekade sebelumnya sejak Mustafa Kemal menghapus Khilafah menuruti permintaan Inggris, musuh sengit Islam dan kaum Muslimin, dalam konferensi Lausane dengan kompensasi Mustafa dijadikan presiden Turki… Sejak saat itu pengaruh Inggris mendominasi pemerintah di Turki. Amerika tidak mampu menghilangkan pengaruh ini, khususnya di tubuh militer. Namun setelah Erdogan memegang tampuk pemerintahan, pengaruh Inggris melemah dan meredup dari pentas politik. Partai-partai politik yang memiliki latar belakang Inggris, khususnya partai Popular, menjadi lemah posisinya … Begitulah, pengaruh Amerika menjadi yang mendominasi sekarang sepanjang usia pemerintahan Erdogan. Pengaruh Amerika menjadi tampak nyata di jabatan presiden dan perdana menteri … Karena itu, pernyataan verbal dari Erdogan kepada dubes AS tidak memiliki realita praktis … Pernyataan seperti itu dipahami oleh Amerika dan oleh orang yang mengucapkan bahwa tidak ada pengaruhnya …

6. Ringkasnya:
  1. Krisis saat ini di Turki dua kutubnya adalah sama-sama antek Amerika: Erdogan dan Fathullah Golan.
  2. AS mementingkan kelangsungan Erdogan dan Golan menjadi satu kekuatan tanpa pesaing ketika Inggris memiliki kekuatan yang bisa diperhitungkan. Setelah kekuatan Inggris lemah, Amerika diam dari perselisihan Partai Keadilan dengan kelompok Fathullah, dan membiarkan mereka bersaing dalam hal loyalitas kepada Amerika dan melayani kepentingan-kepentingan Amerika.
  3. Yang lebih rajih adalah Erdogan akan terus bertahan setidaknya sejauh waktu yang bisa diprediksi. Dia akan terus menjaga popularitasnya. Hingga seandainya tekanan terhadapya bertambah, Amerika akan tetap mengunggulkan neraca orang lain dari Partai Keadilan terhadap neraca Golan. Sebab Amerika paham bahwa kelompok Fathullah Golan lebih menyerupai seorang syaikh dan murid-muridnya yang agar bertahan harus bernaung kepada partai politik berkuasa, bukannya dia berada di pemerintahan.
  4. Ini tentang penilaian Amerika dan orang-orangnya. Adapun apa yang dilakukan oleh umat terhadapnya, adalah umat harus mencabut pengaruh Inggris dan Amerika serta antek-antek dan para pengikut mereka … dengan izin Allah, dan mengembalikan Khilafah seperti sabda Nabi saw:
«ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
Kemudian ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian (HR Ahmad dan Abu Dawud at-Thayalisi)
Setiap orang yang memerangi khilafah dan para pejuangnya, serta siapa saja yang berjalan bersama kaum kafir imperialis, baik Inggris, Amerika, Rusia, Perancis dan lainnya … mereka akan mendapat kehinaan di dunia dan kekerdilan serta kehinaa melalui tangan kaum mukmin.
﴿وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ﴾
“Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (TQS ar-Rum [30]: 4-5)

24 Shafar 1435 H
27 Desember 2013

Umat Membutuhkan Fatwa Haramnya Terlibat Dalam Sistem Sekuler, Bukan Haramnya Golput!

Written By Unknown on Tuesday, December 31, 2013 | 9:30 AM


Jelang pemilu 2014 fatwa “keharaman” golput kembali jadi sorotan. Pro-kontra terus terjadi baik dari sisi istidhlal (dasar penetapan hukumnya) maupun relevansinya bagi kemaslahatan umat. Mengingat alih-alih menyelesaikan masalah, kondisi negri ini semakin hari semakin terpuruk, meski lima tahun sudah fatwa ini dipertahankan dan diikuti seruan-seruan  serupa dari MUI diberbagai daerah. Sebagai contoh, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda mengeluarkan fatwa haram golput atau tidak memilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2013-2018. Dari sisi isi, fatwa MUI sebagai hasil Melalui forum Ijtima’ Ulama yang diselenggarakan pada 24 – 26 Januari 2009 lalu di Padang Panjang, Sumatera Barat, menyatakan bahwa, pertama: Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa. Kedua: Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama. Ketiga: Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemashlahatan dalam masyarakat. Keempat: Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib. Kelima: Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.
Selanjutnya fatwa ini diikuti dengan dua rekomendasi, yakni: (1) Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar; (2) Pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan pemilu agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi.
Relevansi fatwa
Dari point-point di atas jelas, bahwa fatwa ini lebih ditunjukan kepada masyarakat. Padahal kerusakan (fasad) yang terjadi di negeri ini adalah buah dari penerapan sistem demokrasi sekuler.  Dengan kata lain, seandainya seluruh masyarakat berpartisipasi dalam pemilu itu tidak menjamin negeri ini menjadi baik. Justru sebagian masyarakat (tidak seluruhnya) menjadikan golput sebagai ungkapan protes terhadap kepemimpinan  yang ada. Meski hal ini tentu tidak menyelesaikan persoalan namun hal itu dianggap akan mengurangi legitimasi kerusakan pengaturan yang dilakukan para pemimpin terpilih. Sebaliknya, “memaksa” masyarakat berpartisipasi dalam pemilu berarti melegitimasi kerusakan kepemimpinan yang ada. Karenya tak heran sejak fatwa ini dikelurkan muncul berbagai tanggapan penolakan.
Pengamat politik Indobarometer M. Qodari bahkan menilai, dengan fatwa tersebut MUI telah melanggengkan bobroknya sistem politik di Indonesia. “Kalau mereka dilarang untuk golput, hal itu justru menjustifikasi sistem politik yang tidak baik. Fatwa harusnya menganjurkan pada kebaikan,” jelas Qodari (Detik.com, 26/1/2009).
Komentar tajam juga dilontarkan oleh pengamat politik dan ekonomi, Ichsanuddin Noorsy. Menurut Noorsy, MUI tidak konsisten dalam berpijak mengeluarkan fatwanya. Sebab, Pemilu yang dilakukan dengan basis individual atau demokrasi liberal merupakan pemikiran Barat. Karenanya, Noorsy menambahkan, alasan dan argumen rasional MUI lemah. “Fatwa MUI kali ini pun gagal merujuk al-Quran dan Hadis. Kalau fatwa ini mempertimbangkan kebaikan, berarti MUI mengabaikan kebenaran ajaran dan kecerdasan masyarakat,” tegasnya. (Detik.com, 27/01/2009)
Betul saat ini fenomena golput terjadi-mana. Angka partisipasi masyarakat dalam pemilu  dan pilkada semakin menurun. Dalam pemilu 2009 angka golput (hak pilih yang tidak datang ke TPS dan surat sura tidak sah) hampir mencapai 40 persen, yakni 67 juta suara dari sekitar 171 penduduk yang tecacat memiliki hak memilih.Bahkan dibeberapa daerah angka lebih besar lagi. Pilgub Sumut 2013 misalnya, angka partisipasi hanya 48,5 persen. Dengan demikian, angka golput mencapai 51,5 persen. Hal yang sama terjadi di Jawa Tengah, angka partisipasi pemilihnya 52 persen.
Fakta-fakta diatas menunjukan bahwa sistem politik itu sudah tidak berjalan. Kalau dikembalikan kepada sistem demokrasi yang menganut konsep  kedaulatan dan kehendak rakyat,  maka seharusnya fakta diatas itu dibaca sebagai ungkapan protes masyarakat.Kemungkinan masyarakat menghendaki sebuah perubahan yang lebih mendasar.
Dalam kacamata Islam perubahan mendasar itu adalah penerapan hukum-hukum Islam yang dengannya kemaslahatan umat bisa diwujudkan. Bukan dengan mempertahankan sistem demokrasi yang menyengsarakan rakyat dan membuat mereka tidak percaya terhadap pemimpinnya.
Jadi seharusnya MUI mengeluarkan fatwa tentang keharaman terlibat dalam sistem sekuler serta kewajiban menerapkan syariat bagi setiap orang yang terpilih menjadi pemimpin. Justru fatwa inilah yang sejalan dengan fatwa MUI sebelumya  tentang keharaman sekularisme dan liberalisme.
Pijakan fatwa
Persoalan halal-haram dalam Islam bukanlah perkara sepele, menetapkan sesuatu yang mubah menjad haram sama tercelanya dengan menetapkan suatu yang haram menjadi mubah. Disamping itu, selain menyoal relevansinya dengan persoalan di tengah-tengah masyarakat, yang lebih penting adalah mencermati pijakannya. Sebab fatwa pijakannya dalil, bukan kepentingan, meski banyak orang menilai bahwa unsur politiknya yang justru lebih kental.
Dalam penetapannya fatwa tentang golput ini berpijak pada beberapa dalil  Al-Quran hadis  Hadis, kaidah-kaidah fiqih dan  pernyataan para  fuqaha.
Dari Al-Quran, yaitu surat surat an-Nisa : 59 yang artrinya, “ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan ulil amri di antara kamu.”
Sementara dalil dari hadis Rasulullah Saw di antara hadis riwayat al-Bukhari yang artinya, “Jika suatu perkara diserahkan kepada selain ahlinya maka tunggulah waktunya;” dan hadis riwayat Ahmad yang artinya, “Tidak halal bagi tiga orang yang bepergian kecuali mereka mengangkat di antara mereka seorang pemimpin.”
Di antara kaedah fikih adalah kaedah yang artinya, “Apabila suatu kewajiban tidak dapat dilaksanakan secara sempurna tanpa adanya sesuatu yang lain, maka pelaksanaan sesuatu yang lain tersebut hukumnya juga wajib” dan kaedah yang artinya, “Sesuatu yang tidak didapatkan semua (sebagaimana mestinya), seyogianya tidak ditinggalkan semuanya.”
Salah satu kutipan dari al-Mawardi artinya, “Kepemimpinan (al-imamah) merupakan tempat pengganti kenabian dalam menjaga agama dan mengatur dunia, dan memilih orang yang menduduki kepemimpinan tersebut hyukumnya adalah wajib menurut ijma`.”
Perkara yang Harus Dicermati
Penarikan kesimpulan berupa butir-butir fatwa di atas dari dalil-dalil ini ada beberapa hal yang perlu dicermati.Pertama: Tentang wajibnya mengangkat kepala negara, sebagaimana menjadi poin dari seluruh pijakan fatwa ini (baik dalil alquran, as-sunnah, kaidah fiqih dan ushul fiqh, serta kutipan pendapat fuqaha sebagaimana disebutkan diatas) bukanlah pendapat baru dalam Islam melainkan sudah menjadi kesepakatan fuqaha di masa lalu. Para sabahat sendiri menangguhkan pemakaman Nabi saw. dari hari Senin sampai ke hari Rabu karena menjaga kevakuman pemimpin. Perintah Al-Quran untuk taat kepada pemimpin menuntut keharusan adanya pemimpin yang dipatuhi. Karena itu, para ulama dari dahulu, seperti al-Baghdadi (w.429 H), al-Mawardi (w.450 H), Ibn Hazm (w.456 H), Ibn Khaldun (w. 708 H) sampai para ulama belakangan semua menyatakan wajibnya mengangkat kepala negara untuk menegakkan agama dan mewujudkan kemaslahatan-kemaslahatan umat.
Namun perlu digarisbawahi bahwa kewajiban ini merupakan fardhu kifayah (kewajiban kolektif), bukan fardhu a’in  yang membuat seluruh umat Islam wajib terlibat dalam proses pengangkatannya. Karenanya para fuqaha kemudian membagi pemba’itan itu kedalam dua hal. Yakni bai’at in’iqad (proses pengangkatan khalifah hingga ia sah menjadi pemimpin kaum muslimin) yang hukumnya fardhu kifayah, dan bai’at tho’at (keta’atan terhadap pemimpin yang sudah sah menjadi khalifah) yang hukumnya fardhu a’in bagi setiap indivivu muslim. Sehingga penggunaan kaidah “mâlâ yatimmul wâjib illa bihi fa huwa wajib” dalam kontek keikutsertaan  seluruh warga negara dalam proses pemilu tidak tepat. Sebab, keta’atan terhadap pemimpin seharusnya  sudah bisa diwujudkan bila ada sebagian umat Islam yang melakukannya.
Itupun jika pemerintah yang diangkat pemimpin yang diangkat itu menerapkan syariah hingga ia patut diata’ati. Bila tidak, seperti yang terjadi dalam sistem demokrasi saat ini, dimana pemerintah yang ada diangkat bukan untuk menerapkan hukum Allah Swt, melainkan hukum buatan akal manusia, maka kaidah “mâlâ yatimmul wâjib illa bihi”  lebih tepat digunakan dalam rangka mengganti sistem yang ada saat ini dengan sistem Islam, bukan malah melegitimasi kerusakan yang ada.
Kedua: Kaidah yang menyatkan:
“ما لا يدرك كله لا يترك جله”
“Sesuatu yang tidak didapatkan semua (sebagaimana mestinya), seyogianya tidak ditinggalkan sebagian (besarnyanya)”
Sebelum mengguanakan kaidah ini perlu kita dudukan terlebih dahulu bawah, pertama: kaidah ini adalah kaidah fiqih bukan kaidah ushul seperti kaidah “mâlâ yatimmul wâjib illa bihi fa huwa wajib”.   Para ulam sendiri berbeda pendapat tentang penggunaan kaidah fiqih dalam berijtihad. Sebab pada dasarnya kaidah fiqih adalah rowabith al-furu’ al-fiqhiyyah al-mutasyabihah (simpul dari beberapa hukum fiqih yang memeliki kemiripan). Sehingga sebagian ulamanya menyebutnya dengan dhowabit fiqhiyyah (patokan atau setandar fiqih) atau al-asyasbah wa an-nazhoir (sesuatu yang memiliki kemiripan dan persamaan). Dengan kata lain kaidah fiqih keberadaannya setelah hukum-hukum fiqih, menggabungkan hukum-hukum yang memiliki kemiripan dalam satu kaidah, bukan sebagai dasar fiqih. Ini adalah pendapat Imam al-haromain al-juwaniy dari (Lihat: ghiyastul umam, lil Imam a-Juwaini, hal 260), Ibnu daqîqil ‘Îd sebagai mana dinukil Ibnu Farhun (Lihat: ad-Dîbâj al-madzhab, libni farjhun al-malikiy, juz 1 hal. 74), Ibnu Nujaim sebaigaiman dinukil al-hamawiy (lihat: ghamz uyunil bashoir, lil Hamawiy, juz 1 hal. 38).
Kedua: Meski kaidah ini sangat masyhur dan banyak digunakan dalam beristidlal secara langsung, namun sulit kita temukan dalam kitab-kitab fiqih klasik. Yang ada adalah kaidah yang hampir semaknanya denganya yakni kaidah:
“إذا كان رِضا الخلق معسور لايدرك، كان ميسورُه لا يترك”
“Bila keridhoan Kholik yang sulit itu tidak dapat dicapai, maka yang mudah darinya tidak boleh ditinggalkan” Lafadz ini dinyatakan oleh Abi Thoyyib as-Su’lukiy (404 H)
“العجز عن بعض الواجبات لا يسقط ما بقي منها”
“Ketidakmampuan untuk melaksanakan sebagian kewajiban tidak menggugurkan kewajiban lainnya” Dinyatakan oleh Imam al-mawardi (450H)
“المقدور عليه لا يسقط بسقوط المعجوز”
“(kewajiban) yang mampu dilaksanakan tidaklah gugur bersama kewajiban lain yang tidak dapat dilaksanakan”. Dinyatakan oleh Imam al-Haromain al-Juwainiy (478H) yang kemudian lafadz beliu ini masyhur disingkat dengan:
“الميسور لا يسقط بالمعسور”
“Yang mudah tidak bisa gugur karena yang sulit”
‘Ala kulli hal, seandanya kaidah-kaidah ini bisa digunakan secara langsung dalam ber-istidlal (meski sebagian ulama menolaknya sebagaimana dijelaskan di poin pertama), tentu kaidah ini tidak bisa diterapkan dalam kasus pemilu.
Alasannya, mengangkat pemimpin hukumnya fardhu kifayah, dan itu bisa dilakukan oleh sebagian kalangan kaum muslimin. Tidak harus seluruh umat Islam.  Pelaksanaan kewajiban ini telah tuntas dilakukan, bila yang dimaksud hanya sekedar adanya pemimpin. Namun bila yang dimaksud adalah mengankat pemimpin yang amanah dan diangkat untuk menerapkan sistem syariah, tentu tidak bisa dilakukakan saat ini mengingat sistem yang diterapkan bukan sistem Islam, meski seluruh warga negara berpartisipasi dalam pemilu. Jadi ukurannya bukan hanya sekedar individu pemimpin tapi sistem yang akan diterapkan setelah seseorang itu jadi pemimpin.
Kewajiban ini tentu tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebab menerapkan sistem yang tidak sesuai dengan Islam hukumnya haram. Sementara setiap orang yang terpilih dalam pemilu itu harus menerapkan seluruh perundang-undangan yang berlaku. Hal itu berarti melegitimasi penerapan hukum yang bukan berasal dari Allah SWT.
Seorang pemimpin terpilih jelas ia tidak bisa hanya menerapkan hukum-hukum yang sesuai dengan Islam dan meninggalkan sebagian yang lain yang jelas bertentangan dengan Islam sehingga dikatakan ini yang maqdur (bisa dilakukan), sementara hukum Islam yang lain ma’juz (belum bisa dilaksanakan). Tidak, sekali lagi bukan hanya itu. Ia wajib melaksanakan seluruh perundangan baik itu sesuai dengan Islam atau bertentangan dengan Islam. (Lajnah Tsaqofiyah Hizbut Tahrir Indonesia)
 
Support : Daulah Khilafah | Visi Muslim | Hizbut-tahrir
Copyright © 2014. visi muslim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ade Supriatna
Proudly powered by Blogger